BLAM Undang MAN Balikpapan Kegiatan Kampanye Kebhinekaan Melalui Medsos
photo
NoorlenaKamis, 15 Juli 2021 - 07:53

Balikpapan (MAN Balikpapan) Kembali MAN Balikpapan mendapat kesempatan sekaligus kehormatan karena dipilih sebagai peserta dalam kegiatan Pengembangan Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan dengan judul Penyusunan Draft Model Kampanye Kebhinekaan Melalui Media Sosial.

Kegiatan yang digagas  oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar ini berlangsung pada Rabu s.d. Kamis, 14 s.d. 15 Juli 2021 melalui zoom meeting dari Novena Hotel Watampone, Sulawesi Selatan. Acara dimulai tepat pukul 07.30 s.d. 16.00 WIB. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan,  Kepala BLAM, Dr. H. Saprillah, M.Si dan Peneliti dari BLAM, Baso Marannu Mappaselleng.

Sebanyak 36 peserta kegiatan, baik dari guru dan siswa yang berasal dari SMAN dan MAN terpilih hadir sejak pagi. Mereka berasal   SMA Siwaliama Ambon,  MAN Model Ambon, MAN Model Manado, SMAN 1 Manado dan MAN Balikpapan nampak antusias mendengarkan semua pemaparan dari narasumber, baik secara langsung yang mengambil tempat di Novena Hotel Watampone, Sulsel, maupun yang menyaksikan dari madrasah masing-masing melalui zoom meeting. Dalam kegiatan ini, MAN Balikpapan memperoleh kuota terbanyak yaitu 12 peserta, terdiri dari 1 orang guru dan 11 orang siswa. Sementara dari SMAN/MAN lain hanya tersedia kuota sebanyak 1 orang guru dan 5 orang siswa.

Dalam materinya Saprillah menyampaikan tentang Moderasi Beragama yang lahir sebagai kontra terhadap diksi-diksi radikalisme dan terorisme. Ini digagas oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, sejak tahun 2019.

“Yang dimoderasi adalah cara kita beragama sebagai kontra terhadap ekstremisme dan radikalisme. Moderasi Beragama merupakan ajakan negara untuk beragama secara moderat, adil, dan toleran. Sebenarnya, semangat Moderasi Beragama telah digagas oleh para founding fathers Islam di Indonesia, di awal proses penyebaran Islam. Ini bisa ditemukan dalam naskah-naskah klasik yang tersebar di Indonesia. Moderasi Beragama harus membumi,” tegasnya lebih lanjut.

Pembicara kedua,  Baso Marannu Mappaselleng Peneliti, Pendidikan agama dan keagamaan, Badan Litbang Agama, Balai Litbang Agama Makassar. Dalam paparan materi Penyusunan Draft Kampanye Kebhinekaan Melalui Media Sosial, Baso menjelaskan betapa penting dan kuatnya pengaruh media massa  digital dalam pencapaian suatu tujuan.  

“Kampanye kebhinekaan berangkat dari materi tentang penguatan ide kebangsaan, toleransi antarumat beragama, anti terhadap kekerasan, dan akomodatif terhadap nilai-nilai local. Mengingat bahwa menanamkan dan merawat rasa kebhinekaan dan moderasi beragama merupakan hal yang krusial, maka dalam hal ini BLAM memandang perlu untuk melakukan suatu gerakan dalam yang dikemas dalam bentuk kampanye. Salah satunya adalah dengan membuat kampanye digital melalui vlog yang nantinya akan diupload melalui YouTube dan  Instragram.,” jelas Baso.  

Kampanye ini tidak hanya ditujukan pada  masyarakat Indonesia, namun juga pada dunia internasiaonal. Mereka di luar sana  harus tahu bahwa Indonesia yang memiliki keberagaman suku bangsa, adat istiadat, bahasa, dan agama mampu tetap bersatu teguh dalam segala perbedaan.(Lena )

Design : Humas MAN Balikpapan

24Jul2021
photo
MAN Balikpapan Adakan Sosialisasi Pembelajaran di masa PPKM
99
13Jul2021
photo
Siswa Baru MAN Balikpapan Ikuti Matsama Daring
87
11Jul2021
photo
MAN Balikpapan Gelar Hening Cipta Indonesia
28
10Jul2021
photo
Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas di MAN Balikpapan
51
09Jul2021
photo
Pengumuman Kegiatan MATSAMA Siswa Baru
861
24Jun2021
photo
PPDB di MAN Balikpapan Berjalan Lancar dan Kondusif
143
20Jun2021
photo
Pengumuman Hasil Akhir PPDB MAN Balikpapan TA 2021
477