Gaung Literasi Bergema di MAN Balikpapan Melalui Karya Siswa
photo
NoorlenaJumat, 9 April 2021 - 18:10

Balikpapan (MAN) Jumat, (9/4) Perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut setiap orang memiliki kegemaran membaca dan menulis, hal ini diperlukan guna memperoleh pengetahuan dan wawasan yang luas untuk meningkatkan kecerdasannya. Ketika sesesorang memiliki kemampuan membaca dan menulis, maka dapat dikatakan bahwa ia memiliki kemampuan literasi.

Almarhum Arswendo Atmowiloto pernah berkata “Mengarang itu Gampang”. Bertolak dari kata-kata singkat namun padat makna itulah maka melalui pelajaran Bahasa Indonesia dalam materi Menulis Sejarah Pribadi, di kelas XII,  guru menugaskan sebanyak 117 orang siswa  untuk mulai menulis berbagai peristiwa yang pernah dialami sejak kecil hingga sekarang mereka duduk  di bangku  kelas  XII MAN Balikapan. 

Tulisan siswa berangkat dari imajinasi berbagai peristiwa yang pernah mereka alami pada masa  lalu mereka. Mulai dari hal yang paling mudah diingat kemudian perlahan menuju waktu sekarang, saat mereka sudah duduk di bangku Madrasah Aliyah.

Siswa yang berada, mungkin boleh dikatakan “terjebak” pada zaman yang kondisinya tak pernah terbayangkan sebelumnya . Zaman di mana mereka harus hidup dengan penuh kewaspadaan dan akrab dengan kehati-hatian terhadap virus Corona yang sewaktu-waktu dapat mengganggu seluruh aktivitas rutin manusia. Inilah kiranya  saat sebuah quotes yang sudah sering berseliweran di media sosial dan nasihat para cendekia yaitu “Kesehatan adalah Harta Termahal di Dunia” dapat membuktikan kebenarannya pada semua kalangan umur. Saat di mana proses KBM wajib terus dilaksakan. Jalannya pendidikan yang harus tetap berjalan walau  tanpa ada wujud utuh para siswa dan sosok guru di dalam ruang kelas seperti lazimnya pelaksanaan proses pembelajaran di bangku sekolah/madrasah. Mereka hanya diperkenankan bertemu melalui layar komputer dan gawai yang tentu saja memiliki keterbatasan saat berinteraksi. Namun tak disangka ternyata hal ini tak menyurutkan  ghirah literasi para siswa. Justru kondisi zaman seperti ini menjadi cuilan kisah terpilih dari beberapa pengalaman menarik yang mampu disampaikan dalam tulisan. Hasilnya, seluruh siswa mampu menyelesaikan tugas menulis ini sebelum waktu yang ditentukan.

Rentetan alur cerita mengalir dalam tulisan sederhana dan jujur yang tercipta dari inspirasi yang berjalan dari masa lalu hingga sekarang masing-masing siswa. Mereka baru saja memulai untuk menjadi seorang  penulis. Pemilihan diksi dan cara mengungkapkan kisah pun masih standar dan perlu terus diasah.  Namun di balik itu semua, masing-masing karya memiliki amanat dan hikmah yang berbeda Dapat dipetik dan menjadi renungan bagi para pembaca. Kala kita mampu menyimak kisah demi kisah dengan baik di situlah dapat kita pahami, bahwa setiap anak itu istimewa.  Penikmat buku di  kalangan remaja seusia mereka diharapkan juga dapat memperoleh pengalaman batin dan spiritual setelah pembaca buku ini..

Melalui Guru Koordinator program GSMB Nasional,  Noorlena,S.Pd., diambilah sebanyak 50 cerpen terbaik siswa untuk diikutkan dalam Program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) dan dikemas dalam Antologi Cerpen. 

GSMB sendiri adalah sebuah program pengembangan pengetahuan, kompetensi, dan kualitas karakter melalui penguatan budaya literasi yang dilakukan secara bertahap, terpadu dan berkelanjutan. Program ini memberikan beragam fasilitas untuk menunjang penguatan budaya literasi bagi generasi muda di Indonesia sekaligus memberikan fasilitas lomba menulis puisi dan cerpen secara serentak dalam satu sekolah, penerbitan karya, dan penganugerahan siswa terbaik di masing-masing sekolah. Bagi 50 siswa yang karyanya terpilih dan dibukukan, mereka mendapat Penghargaan Sebagai Penulis Nasional.

Proses penyusunan buku memakan waktu kurang lebih 3 bulan terhitung sejak pengiriman naskah asli  pada penerbit yang dalam hal ini adalah pihak GMB-Indonesia : Pusat Pengembangan Literasi dan Pendidikan Nasional. Kini masyarakat MAN Balikpapan khususnya dan dunia pada umumnya dapat menikmati cerpen karya para siswa karena Antologi Cerpen berjudul Menapak Waktu Meraih Hikmah sudah memiliki ISBN. 

“Keikutsertaan 50 orang siswa dalam Program  Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional, Insyaallah nantinya mampu menorehkan prestasi dan dedikasi MAN Balikpapan sebagai madrasah yang juga turut mengobarkan semangat para siswanya untuk aktif berliterasi. Alhamdulillah,  kini MAN Balikpapan tercatat sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional. Semoga ke depannya akan terlahir para penulis muda berbakat yang terlahir dari MAN Balikpapan,” ujar Kamad MAN Balikpapan, sekaligus juga penerima Penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi di Bidang Literasi,  Sahri Romadi,S.Pd. (Ln)

 

02Mei2021
photo
Khatam Al Qur’an Hingga Takjil On The Road MAN Balikpapan
178
26Apr2021
photo
MAN Balikpapan Menjadi Tuan Rumah Rakor Realisaasi Anggaran 2021
143
21Apr2021
photo
MAN Balikpapan Gelar Pesantren Ramadhan Online
63
02Apr2021
photo
Penandatanganan Pakta Integritas Tahun 2021
109
27Mar2021
photo
MAN Balikpapan Menjadi Pilot Project Pembangunan ZI Tahun 2021
155
18Mar2021
photo
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim dan Kepala Kantor Kemenag Kota Balikpapan Laksanakan Monitoring Ujian Madrasah 2021 di MAN Balikpapan
189
15Mar2021
photo
Kepala MAN Balikpapan Membuka Pelaksanaan Ujian Madrasah Secara Online
105